Jadwal agenda harian belakangan ini terasa begitu padat, agenda rutin yang sebenarnya biasa saja... berkuatat dengan skripsi yang tak rampung-rampung dan menuanaikan amanah-amanah umat. Sepertinya hanya rutinitas yang setiap pekan seperti itu, kadang penat juga, membosankan dan melelahkan.
Suatu masa, beberapa masalah adik-adik bermunculan, seakan serempak menembak dari depan, belakang, samping, atas... ah,berbarengan dengan masa ketikan urusan pribadi harus segera ditunaikan juga.
Apakah Allah sedang mencoba menguji ketahanan nyaliku dalam dakwah ini, mencoba menguji seberapa hebatkah prioritas diri dalam amal dakwah ini. Masya Alllah, kadang begitu takutkah diri ini jika tak kuat menahan beban ini.
Sampai tibalah masa saat pertemuan rutin tiap pekan, kupandangi mereka satu persatu, dari yang bermaslah sampai yang tidak bermaslah sama sekali, dari yang terlugu, lucu, culun dan sok pintar. Subhanallah, begitu amat rela mereka ku ajari tentang bagaimana memaknai hidup, padahal ku sendiri begitu amat malu bagaimana ku mendefinisikan tentang hidupku sendiri.
Tapi, terusterang saja seakan hilang semua penat dan lelah ketika menatap mata-mata mereka yang teduh, polos dan tanpa dosa... begitu bahagianya jiwa ini ketika mereka memanggilku dengan sebutan murobbi...
Jadi murobbi itu memang berat, berat karena gunung-gunung pun tak sanggup memikulnya...
tapi, menjadi murobbi adalah mulia, amal yang tak akan pernah pupus walau telah tinggalkan dunia, balasannya adalah unta merah, kendaraan terindah yang tiada bandingannnya...
so, jadi murobbi itu begitu indah ketika dimaknai sangat mendalam...
Tuesday, July 3, 2007
Jadi Murobbi itu...
Diposting oleh
it's me....
di
10:09 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment